Kegagahan Yang Melekat Pada Museum TNI AU

Museum TNI AU

Daftar Isi

Tak dapat dipungkiri pergi berlibur memang merupakan sesuatu yang sangatlah menyenangkan.

Terlebih lagi Jika anda melakukan bersama dengan keluarga tercinta anda. Salah satu yang sangat kami rekomendasikan yaitu Museum TNI AU.

Bagaimana Informasi Seputar Museum TNI AU?

Untuk Anda yang suka dengan penerbangan, apalagi punya anak atau adik yang bercita-cita jadi pilot atau masuk TNI-AU, Anda bener-bener wajib mengajaknya ke meseum yang

satu ini. Ada beragam hal yang menarik dari museum ini, diantaranya yaitu:

Koleksi Pesawat Keren

Di museum ini, Anda akan bisa melihat 38 koleksi pesawat, baik pesawat tempur atau pun pesawat sipil.

Dan dari beragam pesawat itu, ada yang benar-benar jadi saksi bisu pergolakan kemerdekaan Indonesia dan punya nilai sejarah yang tinggi.

Seperti contohnya replika pesawat Dakota VT-CLA, sebuah pesawat milik penerbangan India yang dulu ditembak oleh Belanda di Ngoto, saat ingin mendarat di Maguwo.

Terdapat pesawat Guntei bersayap ganda, sisa pertempuan Jepang yang dulu untuk melakukan pengeboman pertama dalam sejarah TNI AU.

Terdapat koleksi pesawat Mustang yang dulu pernah digunakan Operasi Permesta.

Museum TNI AU

Koleksi Benda Bersejarah

Selain mengoleksi pesawat, museum ini terdiri dari 6 ruang yang juga mengoleksi koleksi yang lainnya.

Ada koleksi foto sejarah kemerdekaan, lukisan, alusista, senjata tajam, pakaian dinas, buku, mesin pesawat, radar, tanda kehormatan, bom/roket, parasut, dan masih banyak koleksi lainnya.

Jika Anda datang berlibur ke tempat ini, rasa patriotisme Anda akan membuncah benar-benar merasakan bagaimana susahnya perjuangan

para pahalawan memperebutkan kemerdekaan Indoensia tercinta ini.

Ada satu koleksi yang begitu menarik di museum ini, yaitu diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang sedang mengorbitkan pesawat tersebut.

Untuk pecinta dunia udara, Anda tentunya akan terhibur dan puas dengan segala pamerannya.

Sejarah Dirgantara

Ketika 4 April 1969 museum ini diresmikan di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta.

Dan pada tanggal 29 Juli 1978 museum dipindahkan ke Yogyakarta.

Pertimbangan area museum memang cukup sulit dijangkau pelancong, akhirnya makin memantapkan untuk pemindahan museum tersebut ke Yogyakarta.

Apakah artikel ini membantu?

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *