Ingin Mencari Kuliner Seafood di Yogyakarta? Pantai Depok Surganya

Tidak salah Pantai Depok menjadi salah satu obyek wisata menarik di Yogyakarta. Beda dengan obyek wisata pantai lainnya di Yogyakarta, di pantai ini lebih menonjolkan wisata kulinernya dibandingkan keindahan pantainya. Para wisatawan akan dimanjakan untuk mendapatkan berbagai ragam wisata kuliner seafood yang menjadi hasil laut dari para nelayan di sekitar pantai.

Lokasi Pantai Depok Yogyakarta

Bila dilihat dari letak geografis, Pantai Depok terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul-Yogyakarta. Secara lokasi, memang letaknya sangat berdekatan dengan pantai Parangtritis dan juga pantai Parangkusumo. Jaraknya dari pusat kota Yogyakarta  yakni sekitar 30 km atau anda bisa melakukan perjalanan dengan waktu tempuh selama 1 jam. Meskipun menonjolkan dari sisi kuliner, bukan berarti pantai ini minim  pemandangan yang indah. Di pantai ini keindahannya juga tidak kalah dengan Parangtritis dan juga Parangkusumo. Saat wisatawan tiba di Pantai Depok, maka anda akan menemukan banyak sekali warung seafood yang berjejeran di atas hamparan pasir tepi pantai. Para wisatawan pastinya bisa menikmati berbagai macam kuliner seafood yang ditemani oleh panorama keindahan pantai yang begitu menawan. Secara lokasi, pantai ini cukup mudah jangkauannya. Para wisatawan yang akan berkunjung cukup mengikuti jalur menuju ke pantai Parangtritis. Ketika para wisatawan sudah memasuki pos retribusi pantai Parangtritis, maka anda harus belok ke kanan. Kemudian anda bisa ikuti petunjuknya untuk menuju pantai tersebut. Jarak yang ditempuh sangat dekat hanya 1,5 km saja dari pos retribusi Pantai Parangtritis.

Sejarah Pantai Depok

Bagi para wisatawan yang ingin mengetahui bagaimana sejarah dari Pantai Depok, maka kali ini juga diberikan sedikit cerita mengenai bagaimana pemkab Bantul mulai mengembangkan destinasi wisata tersebut sebagai surganya kuliner seafood di Yogyakarta. Sebelum dieksplorasi sebagai kawasan wisata, warga sekitar yang tinggal di sekitaran pantai memiliki profesi sebagai petani di lahan pasir. Namun, hal itu berubah ketika tahun 1997 ketika beberapa nelayan dari Cilacap berlabuh di pantai tersebut saat usai melaut. Nelayan-nelayan tersebut membawa hasil lautnya yang begitu banyak. Hal itulah yang akhirnya membuat para warga di sekitar pantai tertarik untuk beralih profesi dari petani menjadi nelayan. Profesi yang oleh warga sekitar disebut tekong ini kemudian menjadi profesi utama dari warga yang tinggal di sekitaran pantai.

Para nelayan ini memiliki pantangan untuk melaut, yaitu di hari selasa kliwin dan juga jumat kliwon. Meski demikian, hasil yang diperoleh begitu melimpah sepanjang tahun. Tidak dipungkiri memang jika terdapat musim-musim paceklik yang menyebabkan tangkapannya tidak sesuai yang diharapkan. Musim-musim tersebut biasanya terjadi di bulan September dan juga Juli. Hal tersebut dikarenakan cuacanya yang begitu ekstrim sehingga para nelayan tidak memiliki keberanian untuk melaut. Jumlah  tangkapan ikan yang begitu melimpah ini, maka pada akhirnya para warga mendirikan pangkalan pendaratan ikan dan kemudian disusul dengan dibuatnya tempat pelelangan ikan. Tidak saja menerima hasil laut, di pantai ini juga menerima setoran ikan dari nelayan-nelayan lainnya yang berada di daerah sekitar.

Daya tarik dari Pantai Depok ini tentu tidak diragukan lagi. Pastinya tidak kalah dengan kedua pantai paling populer di Yogyakarta, yaitu Parangtritis dan Parangkusumo. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pantai ini sangat menonjolkan wisata kulinernya di samping indahnya panorama di sekitar pantainya. Warung-warung seafood yang berjejeran itu tentunya sangat menggugah selera makan anda dengan sajian seafood yang siap untuk disantap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *